
Jakarta, (tvOne).
Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) mengakui peristiwa perampokan yang menggunakan senjata api mulai marak pada awal tahun 2012. "Fenomena (perampokan bersenjata api) ini memang meningkat. Kami imbau warga harus waspada," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto di Jakarta, Selasa, (14/2).
Rikwanto mengatakan pelaku perampokan melengkapi senjata api dalam menjalankan aksinya, guna melumpuhkan bahkan melukai korban dengan melepaskan tembakan. Polda Metro Jaya mencatat terdapat 13 kasus tindak kejahatan bersenjata api selama 2012, terdiri dari sembilan kasus selama Januari dan empat kasus pada Februari.
Rikwanto menuturkan Polda Metro Jaya menggelar Operasi Berantas Jaya sejak 4 Februari selama 20 hari, guna mengantisipasi dan mengungkap seluruh kasus kejahatan jalanan termasuk perampokan bersenjata api.
Beberapa kasus perampokan bersenjata api yang terjadi, antara lain pencurian dengan kekerasan uang tunai senilai Rp217 juta milik pengelola Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) di Jalan Batu Ampar, Condet, Jakarta Timur, Senin (13/2) pukul 03.30 WIB.
Anggota gabungan Polres Metro Jakarta Timur dan Polda Metro Jaya berhasil menangkap dua orang pelaku, yakni pegawai bengkel berinisial J dan oknum anggota kepolisian Brigadir R. Pelaku sempat menembak betis kaki kiri dan memukul kepala korban sekaligus pengawas SPBU, Sahut Siburian, kemudian mengambil uang tunai Rp217 juta.
Polisi juga mengamankan perampok bersenjata api terhadap PT BAS di Duren Sawit, Jakarta Timur. Anggota Lalulintas Polres Metro Jakarta Selatan menangkap pemilik senjata api yang mengaku telah melakukan tindak kejahatan sebanyak lima kali.
Polda Metro Jaya juga mendapat laporan perampokan bersenjata api yang mengambil uang dalam berangkas pada Bank DKI Jakarta di Kantor Pajak Pratama di Jalan TB Simatupang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (13/2) pukul 01.30 WIB. (Ant)