
Jakarta, (tvOne)
Sebanyak 14.075 kepala keluarga yang tinggal di permukiman kumuh di kawasan Daerah Aliran Sungai Ciliwung, Jakarta, akan direlokasi ke rumah susun sederhana sewa dalam upaya penataan perkotaan.
"Pemerintah di bawah koordinasi Kementerian Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat bermaksud menata DAS Ciliwung yang saat ini masih dalam proses perumusan rencana penanganannya," kata Direktur Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan Kementerian Sosial Wawan Mulyawan di Jakarta, Kamis (9/2).
Lebih lanjut Wawan mengatakan, program penataan direncanakan berlangsung selama tiga tahun dan diharapkan Kementerian Perumahan Rakyat dapat membangun 29 menara rusunawa yang mampu menampung 34.051 KK penduduk yang selama ini menghuni DAS Ciliwung.
Pemindahan warga dari permukiman kumuh tersebut akan berlangsung dua tahap, yaitu tahap pertama meliputi Kelurahan Manggarai sebanyak 2.390 KK, Kelurahan Bukitduri sebanyak 3.526 KK, Kelurahan Kampung Melayu sebanyak 7.233 KK, dan Kelurahan Kebon Baru sebanyak 264 KK.
Tahap kedua meliputi Kelurahan Gedong sebanyak 387 KK dan Kelurahan Tanjung Barat sebanyak 275 KK.
"Dalam hal ini Kementerian Sosial akan berkontribusi dalam pendampingan sosial, penanganan kelompok rentan dan penanganan fakir miskin," tambah Wawan.
Dalam penataan permukiman kumuh, Kementerian Sosial berkontribusi melalui kegiatan rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) dan pembangunan sarana dan prasarana lingkungan. Selain itu juga memberdayakan sosial ekonomi masyarakat melalui kelompok usaha bersama (Kube) maupun pendampingan sosial. (Ant)